Selasa, 30 November 2010

Solusi masalah TKI di luar negeri dengan memberikan HP??


Saat ini banyak berita mengenai berbagai macam kasus TKI atau TKW yang bekerja di luar negeri mendapatkan perlakuan buruk dari majikannya (contoh : penganiayaan). Salah satu contoh penganiayaan tersebut adalah kasus penganiayaan Sumiati, TKW asal NTB, yang dianiaya oleh majikannya di Arab Saudi, serta Kikim Komalasari yang dibunuh majikannya, juga di Arab Saudi. Hal tersebut membuat pemerintah berencana membekali TKI dengan handphone dan sambungan online 24 jam untuk meng-update kondisi TKI.

"Ada kesulitan mendapatkan informasi dari TKI. Makanya, pemerintah sedang mengkaji untuk membekali TKI dengan handphone berikut contact  person supaya TKI bisa setiap saat memberikan informasi jika ada kondisi yang menyimpang," ujar Presiden SBY saat menutup ratas khusus TKI di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (19/11/2010).

Menurut Presiden, berdasarkan dari pengalaman, pemerintah seringkali terlambat mengetahui ada TKI menghadapi masalah serius, apalagi ada semacam ketertutupan sehingga tidak mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan. "Makanya kalau ada masalah perlu dipastikan mereka memberi tahu," tandasnya.

Rencana pemerintah untuk memberikan handphone kepada setiap TKI ini, mendapat banyak pertanyaan dan tanggapan pesimis dari masyarakat. Ada yang menganggap rencana pemerintah ini merupakan ide yang tidak cerdas, tidak bermutu, dan lain sebagainya. Pada intinya, masyarakat mempertanyakan dan meragukan keefektifan rencana tersebut.

Saya sendiri termasuk orang yang tidak setuju atas rencana pemerintah ini, karena dengan hanya memberikan HP(read : Handphone) kepada tiap-tiap TKI tidak menjamin para TKI tersebut dapat memberikan  informasi atas kondisi mereka disana. Menurut saya para TKI tersebut tidaklah membutuhkan HP (read : Handphone) dari pemerintah, karena saya yakin masing-masing individu (read : yang menjadi TKI) mampu untuk membeli HP (read : handphone) sendiri, selain itu adanya kemungkinan majikan dari rumah yang bersangkutan tidak memberikan izin para TKI untuk menggunakan HP (read : handphone). 

Lalu apa yang sebenarnya mereka butuhkan? 
Yang dibutuhkan  oleh  para TKI tersebut adalah perlindungan dari pemerintah. Mengapa demikian? karena saat ini pemerintah kurang memberikan perlindungan terhadap mereka. Perlindungan yang diberikan negara bagi para pahlawan devisa, sangatlah lemah, bahkan terkesan tidak peduli. Pantas aja, banyak kasus TKI yang disiksa. Padahal, kalau saya dengar, tenaga kerja dari negara lain juga banyak di sana, namun kenapa mereka jarang mendapat kekerasan? karena negara mereka benar-benar memberikan jaminan perlindungan.


source : http://www.rakyatmerdeka.co.id/news.php?id=9878


Tidak ada komentar: